Abu Bakar Abdullah: Pariwisata Sekotong Dapat Menjadi Leading Sector Perekonomian Lombok Barat


Abu Bakar Abdullah, SE saat menghadiri upacara bendera di halaman depan Tamarind Resort, Gili Gede


Giri Menang, Nasionaleditor.com - Anggota DPRD Kabupaten Lombok Barat Fraksi PKS, Abu Bakar Abdullah, SE menilai kawasan pariwisata Sekotong bisa menjadi Leading Sector perekonomian Kabupaten Lombok Barat. Ia berasalan karena Kecamatan Sekotong memiliki garis pantai terpanjang di Pulau Lombok.


“Dalam konteks kenapa saya bilang pariwisata menjadi satu leading sector perekonomian Lombok Barat, karena Sekotong memiliki potensi pesisir pantai terpanjang dari ujung utara sampai ujung selatan,” kata Abu.


Menurutnya, dengan luas wilayah tersebut, Sekotong dapat menyerap sebanyak 3.000 tamu. Dengan 3.000 tersebut akan memberikan kontribusi 300 juta rupiah perhari untuk Pendapatan Asli Daerah atau 10 Milyar Rupiah perbulan.


“Saya memprediksikan Sekotong dapat menyerap 3.000 tamu yang tersebar di sepuluh desa yang sekarang empat belas desa yang ada di Kecamatan Sekotong. Kalau yang datang 3.000 aja, masing-masing orang itu belanja Rp 1.000.000 x 3.000 jadi Rp 3 Milyar in one day, just for accommodation, food and beverage (dalam sehari hanya untuk penginapan, makanan dan minuman). Belum yang saya maksud jual angin itu (diving). Ini baru di daratnya aja. Belum sewa sepeda,belum massage, belum dari handycraft. Berapa PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang 10%. Sehari itu you nyetor ke kas daerah itu Rp. 300 juta. Itu sehari, kalau 10 hari sudah 3 Milyar. Anggap saja 1 bulan itu Rp 10 Milyar. Dari Gili Gede aja ini, belum yang lain,” kata Abu menambahkan.


Owner Tamarind Gili Gede Resort tersebut melanjutkan, bahwa dari jumlah 3.000 wisatawan tersebut pasti ada diantaranya yang melakukan aktivitas tambahan seperti snorkeling, diving dan bermain kano.


“Dari yang 3.000 orang itu pasti ada yang main kano, belum snorkeling, ada yang namanya fin, masker dan life jacket. Anggap saja tarifnya 35.000/hari. Kalau 10 orang sudah Rp.350.000. Gak mungkin seharian dia nyelam gitu. Paling kuat 3 jam. Giliran lagi yang lain kan gitu. Itu berbicara dari pinggir pantai sampai radius 100 meter untuk melihat terumbu karang dan ikan. Nah kedalaman dari 100-200 meter fasilitasnya untuk diving yang 1 tabung aja Rp. 500.000. Kalau pengalaman kita jual yang 10 tabung itu kita dapat Rp.5.000.000. Kalau Rp. 5.000.000 kan ke kas daerah Rp.500.000,” jelas Abu dengan nada semangat. (UJ/NE).

10 views0 comments