Bunda Literasi; Digitalisasi Perpustakaan Keluarga


Oleh: Suten Sumarten, S.Pd*


Bunda literasi secara organisasi, berupaya menghadirkan ilmu pengetahuan di ruang keluarga dan lingkungan sekitar. Keluarga penentu pendidikan dan masa depan generasinya, anak, menantu, dan cucu. Itulah harapan besar kepada Dewi Noviany, S.Pd, M.Pd Wakil Bupati Sumbawa Periode 2020-2024, yang dilantik pada Rabu, 6 Oktober 2021 menjadi Ketua Umum organisasi Bunda Literasi Kabupaten Sumbawa.


Kami percaya pada Ibu Dewi Noviany, S.Pd, M.Pd sebagai Wakil Bupati Sumbawa saat ini, yang akan berperan besar dalam proses membimbing masyarakat agar literasi mampu menjadi motor penggerak untuk menghidupkan budaya baca, yang nantinya melahirkan kecerdasan dan pintar.

Keluarga menggambarkan mengenai peristiwa, pembelajaran dan pendidikan utama dalam memicu pola pertumbuhan anak baik dari aspek intelektual, emosional maupun spiritual.

Maka, salah satu upaya kerja kedua orangtua dalam mendidik dan pembelajaran yakni menghadirkan perpustakaan keluarga yang berfungsi edukatif, fungsi informatif, fungsi rekreatif, riset dan penelitian kecil untuk merangsang keaktifan membaca.


Perpustakaan keluarga merupakan lembaga sosial berbasis family yang membantu setiap orang di lingkungan sekitar mengakses berbagai sumber informasi.

Apalagi, perkembangan teknologi informasi, perpustakaan telah aktif berkembang, sehingga terus membutuhkan penunjang agar efisiensi dan efektifitas dalam penggunaan belajar, membaca, aktif bermain dan berdiskusi.

Terpenting, sekarang ini, harus mampu mentransformasikan perpustakaan berbasis keluarga menjadi modern. Mendigitalisasi perpustakaan keluarga bertujuan menumbuhkan inovasi dan memanfaatkan teknologi informasi dalam masa-masa perubahan.

Berbagai koleksi e-resources yang beragam (e-book, e-journal, e-news, e-games) maupun buku-buku teori bermain anak, metode mengerjakan tugas hingga bisa menulis sendiri apapun peristiwa yang terjadi.


Gerakan literasi (menulis dan membaca) secara esensinya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Literasi memberikan pilihan informasi yang dibutuhkan keluarga dan masyarakat. Dengan membaca, akan memahami dan mengaplikasikan di kehidupan sehari-hari.

Sebaik-baiknya orangtua sebagai pendidik pertama dan utama dalam keluarga. Maka program bunda literasi yang berjalan kedepan itu, harus menciptakan spot perpustakaan digital untuk kepentingan keluarga dan masyarakat, terutama di puskesmas, sekolah, rumah, caffe-caffe, tempat bermain anak-anak dan lainnya.


Bunda Literasi bisa menjadi penggerak budaya membaca. Tetapi ini semua merupakan tugas semua komponen lapisan masyarakat. Untuk itulah tugas mulia bunda literasi ini harus sering di gelorakan. Masyarakat juga harus terlibat untuk membudayakan membaca hingga ke desa-desa dan tingkat RT/RW. Apalagi, perkembangan teknologi informasi, perpustakaan keluarga merupakan pondasi menjaga masa depan sehingga dibutuhkan upaya pengelolaan secara digital.


Diharapkan inovasi pada perpustakaan terus berlanjut dan mampu merespon era revolusi industri 4.0, yang menghasilkan beragam layanan seperti layanan berbasis internet, selular, kecerdasan buatan hingga big data.

Tak dapat dipungkiri kalau di tengah era milenial ini kemudahan akses data serba online, hingga kita pun butuh akan kontrol serta bimbingan orang tua kepada putra-putrinya supaya di harapkan akan mampu lebih fokus pada proses belajar membaca.

Berharap meskipun ditengah Pandemi Covid-19 tidak mengurangi masyarakat untuk meningkatkan indeks Literasi. Artinya walaupun masyarakat tidak dapat mengunjungi secara langsung perpustakaan, masyarakat bisa manfaatkan digitalisasi untuk meningkatkan literasi sehingga minat baca juga akan meningkat.

Banyak pilihan yang tersedia bagi masyarakat untuk meningkatkan minat baca dan mendapatkan informasi. Selain datang langsung ke perpustakaan, masyarakat juga dapat memanfaatkan digitalisasi dengan langsung mengakses e-book.


Pemerintah, sudah saatnya mengagas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Perpustakaan yang bertujuan salah satunya untuk meningkatkan minat baca masyarakat, baik berbasis keluarga maupun diruang publik.

Untuk menumbuhkan minat baca di era digital, masyarakat tetap di ingatkan akan pentingnya membaca buku cetak, karena mempunyai Informasi yang lebih akurat dan dapat dipertanggung jawabkan. Memanfaatkan digitalisasi dan adanya aplikasi untuk mendapatkan referensi buku secara digital baik itu dari E-Book dan lainnya. Keluarga dan masyarakat tentunya akan semakin mudah untuk mendapatkan informasi dan meningkatkan minat baca. Sehingga kedepan, upaya tingkatkan indeks literasi pada basis keluarga serta lingkungan sekitar, maka harus ada sinergitas dengan seluruh kelompok masyarakat.


Hal itu tidak lain adalah upaya menjabarkan visi misi pemerintahan MO – NOVI untuk menciptakan Sumbawa Gemilang yang Berkeadaban. Jelas tujuannya, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menuju kegemilangan dan kecemerlang keluarga dan masyarakat. Selamat atas pelantikannya sebagai Ketua Umum Bunda Literasi Kabupaten Sumbawa.

*Penulis adalah Pegiat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Sumbawa

3 views0 comments

Recent Posts

See All