Pertama di Indonesia, Bupati Sumbawa Barat Raih Rekor MURI Tuntas 5 Pilar STBM


Taliwang, NasionalEditor.com - Kabupaten Sumbawa Barat dibawah kepemimpinan Bupati DR. Ir. H.W. Musyafirin, MM dan Wakil Bupati Fud Syaifuddin, ST,. berhasil menoreh sejarah baru, dimana Museum Rekor Indonesia (MURI) telah mencatat KSB sebagai Kabupaten pertama di Indonesia yang berhasil menuntaskan 5 pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang terdiri dari Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS), Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Pengelolaan Air Minum Rumah Tangga (PAM-RT) Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (PSRT), Pengelolaan Air Limbah Rumah Tangga (PAL-RT).

Pencatatan KSB sebagai Kabupaten pertama di Indonesia ini dibuktikan dengan penyerahan Piagam dan Medali Rekor MURI kepada Bupati Sumbawa Barat DR. Ir. H.W Musyafirin, MM,. oleh perwakilan MURI, Andre Purwandono yang berlangsung di Taliwang, Kamis (14/10/2021).


Gubernur NTB Zulkieflimansyah dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan Aparatur Hukum Politik dan Pelayanan publik Abdul Aziz, SH,. MH,. memberikan Apresiasi yang setinggi-tingginya kepada jajaran pemerintah daerah KSB dan semua pihak khususnya Pokja STBM KSB atas capaian ini sehingga memperoleh penghargaan MURI.

“Kesuksesan ini, menjadi contoh yang dapat ditiru tidak hanya di NTB melainkan Daerah lain diseluruh Indonesia sehingga dapat menjadi semangat dalam mewujudkan kualitas hidup yang lebih baik, berperilaku higienis dengan sanitasi yang sehat,” ungkapnya.


Menurut Gubernur, Penghargaan Rekor MURI ini bukanlah hal yang mudah. Menjadi satu satunya Kabupaten di Indonesia yang berhasil menuntaskan 5 Pilar STBM memiliki banyak sekali rintangan dan kendala yang dihadapi. Hal ini juga memerlukan proses yang panjang untuk mewujudkan.

“Langkah pertama kita menentukan langkah selanjutnya dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) telah membuktikan hal tersebut, sehingga sangat pantas jika keberhasilan dan kerja kerasnya tercatat sebagai rekor di MURI yang akan menjadi sejarah bagi KSB,”


Sementara itu, Bupati KSB DR. Ir. HW Musyafirin, MM,. mengatakan, anugerah maupun penghargaan ini merupakan hasil kerja keras semua pihak dan piagam ini hanya simbolik untuk mewakili seluruh masyarakat KSB.

“Penghargaan ini adalah prestasi bersama dan kerja keras yang massive semua pihak dari seluruh element masyarakat, semuanya terlibat dalam menuntaskan lima pilar STBM ini,” terang Bupati.

Kerja Keras ini telah dilakukan kurang lebih selama 6 tahun lamanya, mulai 2016 saat priode pertama memimpin KSB. Terdapat sebanyak 6.800 jamban sederhana yang mampu terbangun, itupun belum aman pada tahun pertama tersebut.


“Pada periode kedua ini kita kembali melakukan intervensi agar jamban yang terbangun sesuai standar sanitasi aman sehingga di tahun kedua kita ganti lagi dan alhamdulillah bertepatan dengan program pusat yang menelan anggaran kurang lebih 48 milyar, itu semua diluar anggaran ABPD serta swadaya masyarakat hingga tahun ini mampu menuntaskan 5 pilar STBM ini,”

Intervensi yang Pemerintah lakukan disini yaitu dengan memastikan subsidi benar-benar tepat sasaran peruntukan yang disertai juga dengan pendampingan agen-agen dalam pembuatan jamban yang sesuai dan aman.


Perwakilan MURI, Andre Purwandono pada kesempatan tersebut mengatakan, MURI merupakan lembaga pencatatan rekor Pertama dan tertua di Indonesia yang telah selama 31 tahun mencatat segala bentuk karsa maupun karya yang diciptakan oleh Insan Indonesia.

“Hari ini kami MURI menjadi saksi atas terciptanya sebuah rekor, karena pada hari ini MURI akan mengukuhkan sebuah rekor baru yang mana sebelumnya belum pernah tercatat oleh MURI. Tim verifikasi MURI akan mengukuhkan KSB menjadi Kabupaten pertama di Indonesia yang telah menuntaskan capaian 5 pilar STBM,” ucapnya.


Pencapaian ini tentu tidak mudah tanpa sinergi semua pihak. Selamat kepada Bupati KSB dan seluruh masyarakatnya atas capaiannya menjadikan KSB sebagai Kabupaten Pertama di Indonesia yang sukses menuntaskan 5 Pilar STBM. (red)

3 views0 comments