Evi Apita Maya Sampaikan Pentingnya Empat Pilar untuk Merespon Geliat Pariwisata Mandalika



Evi Apita Maya, pada kesempatan sosialisasi Empat Pilar “Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika”, menyampaikan pentingnya posisi Empat Pilar itu pada kondisi perkembangan pariwisata yang terus digenjot oleh Pemerintah di Kawasan Mandalika.


Kegiatan yang dilaksanakan di SMKN 2 Kuripan, Kabupaten Lombok Barat itu dihadiri pula oleh Kepala Sekolah, Ria Sandi, Taufan selaku narasumber sebagai Dosen Fakultas Hukum Universitas Mataram, serta peserta siswa-siswi SMKN 2 Kuripan.


Evi Apita Maya, sebagai anggota DPD RI Dapil NTB, pertama menyampaikan peran DPD, dan kedudukannya dengan berbagai kelembagaan negara lainnya.


“Salah satu peran DPD yang penting adalah menyampaikan aspirasi masyarakat dan melakukan pengawasan untuk memastikan distribusi keadilan”, ujar lulusan magister kenotariatan Universitas Mataram ini.


Evi, melakukan interaksi langsung dengan siswa-siswi melalui penyampaian materi empat pilar yang kreatif dan edukatif, melontarkan pertanyaan dan memberikan penghargaan terhadap peserta. Antusiasme siswa-siswi terlihat dari respon seluruh siswa dengan menjawab pertanyaan penuh ceria.


Pada kesempatan itu, Evi menekankan pada implementasi empat pilar di tengah globalisasi dan dampak Covid-19 terhadap berbagai aspek kehidupan.


“Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, tidak hanya memberikan pengaruh terhadap Pulau Lombok, tapi NTB dan Indonesia. Kita perlu mempersiapkan diri, arus teknologi, media dan budaya, dapat menjadi ancaman serius yang harus kita hadapi dengan penguatan internalisasi empat pilar”, terangnya.


Seperti diketahui, Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika telah dipersiapkan semenjak tahun 2015 silam, sebagai destinasi pariwisata prioritas. Pada November 2021 ini, berbagai kegiatan telah mulai dilaksanakan. Mulai dari balap motor kelas asia, sampai World Superbike yang bertaraf internasional.


Menurut Evi, keberadaan Mandalika, harus mampu memberikan manfaat kepada semua. Anak-anak SMK, merupakan generasi yang siap menghadapi dunia kerja karena memiliki kemampuan teknis.


“Sekarang era teknologi informasi, banyak hal yang terjadi pada dunia siber, kitab bisa membaca sebagai peluang, dan aspek ketahanan diri juga harus dikedepankan”, urainya,


Hal itu, diperkuat oleh Taufan selaku Dosen FH Unram, bahwa hasil survei pun menunjukan ke depan memerlukan tenaga kerja siap pakai dan memiliki kemampuan praktik.

“Kemampuan yang dimiliki oleh siswa-siswi SMK menjadi energi pembangunan daerah, karena situasi sekarang memerlukan sumber daya manusia yang cakap dalam praktik dan memiliki nilai moralitas yang baik”, tuturnya.

Untuk itu, menurut Taufan, dalam pembelajarab tidak hanya menonjolkan intelegentia question, tetapi juga aspek spritual question, itulah mengapa penting empat pilar ini, maka semua komponen perlu terus diperkuat.

“Adab dulu baru ilmu, inilah yang terjadi sekarang, banyak yang pintar, tapi tidak adab. Empat pilar adalah untuk mengisi itu”, tutupnya

8 views0 comments