Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah Ditangkap KPK


Nurdin Abdullah melantik 11 kepala daerah terpilih sehari sebelum terjaring OTT KPK (Foto: Inews)


Kabar penangkapan Nurdin Abdullah beredar luas dikalangan media sejak kemarin hingga pagi ini, Sabtu (27/2).

Namun saat dihubungi media terkait informasi yang beredar, juru bicara Nurdin Abdullah, Veronica Miranty belum bisa memberikan informasi terkait penangkapan tersebut.

“Tabe, sejauh ini kami belum bisa mengonfirmasi hal ini sekarang. Secepatnya akan kami kabari apabila sudah terima informasi,” ujarnya kepada media.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri membenarkan informasi penangkapan tersebut.

“Benar, Jumat, (26/2) tengah malam, KPK melakukan tangkap tangan terhadap kepala daerah di Sulawesi Selatan terkait dugaan tindak pindana korupsi,” Ujar Ali kepada wartawan Sabtu (27/2)

Akan tetapi, Ia belum bisa menjelaskan lebih lanjut keterlibatan orang lain dan kasus apa yang menjerat Nurdin Abdullah. Hal senada disampaikan oleh Wakil Ketua KPK Nuril Ghufron.

“Kami mohon kepada masyarakat untuk memberikan memberikan kesempatan kami bekerja terlebih dulu dan pada saatnya nanti akan kami jelaskan kepada media dan masyarakat terkait detail tentang dugaan tindak pidana korupsi ini,” ucapnya.

Sesuai KUHAP KPK, Komisi Pemberantasan Korupsi mempunyai waktu 1x24 jam untuk menetapkan status pihak yang ditangkap tersebut.

Diolah dari berbagai sumber, Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK dimulai pukul 23.04 WITA, Jumat. Pada Sabtu 00.40 tim yang berjumlah 9 orang tersebut bergerak dan pada pukul 01.00 sampai di kediaman dinas Nurdin Abdullah. Nurdin Abdullah ditangkap bersama 5 orang lainnya. Salah satunya pengusaha. Bersama itu, tim OTT KPK berhasil mengamankan barang bukti koper berisi uang sebesar Rp. 1 Milyar Rupiah. Uang tersebut diamankan di Rumah Makan Nelayan, Jalan Ali Malaka, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar.

2 views0 comments