Tingkatkan Pelayanan, Komisi II Gelar Hearing Bersama


Hearing bersama Komisi II, Direktur PDAM, DPP dan Inspektorat Sumbawa


Sumbawa, Nasionaleditor.com - Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa menggelar hearing bersama dengan Direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Batu Lanteh, Dewan Pengawas Perpusda dan Inspektorat kabupaten Sumbawa.


Berdasarkan pantauan media bahwa hearing tersebut dipimpin langsung oleh ketua komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa, Berlian Rayes. Dalam hearing tersebut Berlian ingin menindaklanjuti permasalahan keluhan maupun hal-hal yang berhubungan langsung dengan PDAM.


"Kita hari ini bersama dengan Inspektorat dan juga anggota Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa mengundang direktur untuk berdiskusi mengkaji dan memecahkan permasalahan yang dianggap belum selesai terutama berkaitan dengan pelayanan Perumdam Batu Lanteh. Berapa hal harus dapat diklarifikasi, dilaporkan kepada Komisi II terkait dengan kondisi yang ada terutama di wilayah yang pelayanannya belum maksimal disamping itu, hal yang penting adalah masalah mekanisme pengaduan dan pembayaran pelanggan," ungkapnya (13/9).

Menurutnya, bahwa dirinya berkewajiban untuk memberikan masukkan kepada direktur dan jajaran Perumdam batulanteh agar apa yang viral di tengah masyarakat betul-betul dapat diperhatikan bukan hanya viral masalah pelayanannya tetapi ini juga viral direkturnya," singkatnya.


Hal senada juga dikatakan oleh Muhammad Faisal. Menurutnya keberadaan Perumdam Batu Lanteh harus dapat memberikan efek yang bagus bagi masyarakat terutama dalam pelayanan air minum. Berapa pelanggan yang aktif dan berapa pelanggan yang nonaktif itu harus dimiliki datanya sehingga permasalahan dasar dapat diselesaikan oleh direktur," timpalnya.


Sementara H. Salman Alfarizi SH anggota legislatif dari Utan, menegaskan bahwa keberadaan dewan sepertinya tidak memberikan dampak apa-apa terhadap pelayanan PDAM.


"Kami ini di masyarakat dicaci-maki, di mana dewannya, Seperti nggak ada, terutama di kecamatan Utan, mereka semua mengeluhkan kualitas air minum ataupun air yang didistribusikan kepada masyarakat.


" Hari ini harus menjadi atensi dan perhatian serius dari Direktur dan jajaran. apabila tidak sanggup menyelesaikan ini dengan baik, mundur saja ! dan Kami mengusulkan kepada Komisi untuk merekomendasikan hal tersebut," geramnya.


Sementara Muhammad Yamin menyoroti hal lain terkait dengan mekanisme pembayaran oleh pelanggan.


"Kerjasama yang dilakukan PDAM dengan pihak penyedia sistem informasi terpadu harus bisa memberikan semangat positif dan peningkatan pelayanan PDAM, tidak hanya manajemennya tetapi faktualnya di lapangan harus mampu menyiapkan kuantitas dan kualitas air bersih yang bagus," cetusnya.


Atas masukan tersebut direktur Perumdam Batu Lanteh Juniardi Akhir Putra ST, SST, M.Kom, memberikan apresiasi kepada Pimpinan Komisi II dan Anggota atas perhatian yang diberikan.

"Segala masukan saran dan kritik akan menjadi perhatian serius pihak manajemen Perumdam Batulanteh. Terhadap Kerjasama yang dilakukan dengan PT. Lokajaya Surya Mahardika, adalah kerjasama dalam support sistem dan infrastruktur IT sistem informasi terpadu (SISTER) Perumdam Batulanteh. Dengan penerapan sistem digitalisasi dalam hal proses produksi, pembayaran tagihan sehingga menjadikan manajemen Perumdam Batulanteh semakin transparan" ujarnya.


Bahkan dalam bulan ini diusahakan sudah bisa membayar lewat mobile banking Bank NTB Syariah dan BRIMO, juga agen BRILink, alfamart, dana, Link serta pembayaran online lainnya." Imbuh Jon yang juga ketua PRSI Sumbawa ini.


Meskipun demikian keluhan-keluhan yang disampaikan kepada kami selalu diupayakan untuk segera direspon. Demikian pula sumber daya manusia yang ada kita maksimalkan dan sampai saat ini kami belum pernah mengadakan pengangkatan pegawai tetap karena kami pahami bahwa sebagai dasarnya atau SOPnya belum ada. inilah yang akan kita benahi bersama dan dikonsultasikan dengan dewan pengawas", urainya


Terhadap permasalahan di kecamatan utan kami bersama dengan Sekretaris Daerah, Dewan pengawas, bagian ekonomi, Pembangunan dan juga bersama dengan jajaran Dinas terkait lainnya telah membahasnya secara serius sehingga permasalahan di kecamatan Utan dapat lekas diselesaikan dan masyarakat pun dapat menikmati kualitas air yang baik", pungkasnya

Berlian rayes yang memimpin rapat berharap selama permasalahan air di kecamatan Utan belum beres hendaknya ada kebijakan yang bisa meringankan pelanggan sehingga tidak terbebani dengan beban tagihan maupun denda sebagai kompensasi atas kondisi air tersebut,” harapnya.


Hal ini juga diamini dan ditegaskan lagi oleh Muhammad Yamin SE, M.Si agar kebijakan-kebijakan strategis yang tepat dan cepat harus dapat diambil oleh manajemen, karena bagaimanapun Direktur harus bertanggung jawab terhadap kinerja bawahannya.

Perwakilan Inspektorat yang hadir mengakui bahwa telah melakukan pembinaan terhadap manajemen Perumdam Batulanteh dan kedepannya akan ada solusi dan arahan yang akan diberikan kepada Perumdam Batu Lanteh secara tertulis sehingga mampu meningkatkan kinerja perusahaan ini.


Atas persoalan ini mendapat tanggapan juga dari anggota Komisi 2 Edy Syah Riansyah SE, bahwa permasalahan di Perumdam Batu Lanteh banyak yang merupakan permasalahan warisan manajemen yang lama.


"Saya melihat jaringan perpipaan yang dimiliki sekarang harus segera dilakukan peremajaan karena banyak dari pipa itu sudah sangat tua umurnya, demikian pula perlu juga dipikirkan agar pipa tersebut berada di atas permukaan, kalaupun berada di bawah permukaan tapi dibuatkan semacam gorong-gorong sehingga monitoring kebocoran dan lain-lain dapat dideteksi dengan cepat", pungkasnya. (Her/Tim)

1 view0 comments