Kepedulian IARMI NTB Untuk Lingkungan Dengan Menanam Mangrove

Updated: Sep 13


Kegiatan Penanaman Mangrove merupakan salah satu rangkaian kegiatan pra pelantikan DPP IARMI NTB 25 September mendatang

Gerung, Nasionaleditor.com - DPP IARMI NTB mengadakan kegiatan penanaman 1.500 bibit mangrove di Bagek Kembar, Sekotong, Sabtu (11/09). Kegiatan penanaman tersebut dihadiri oleh ratusan peserta dari SKOMENWA MAHAJANI, ORARI, BKSDA, FKPPI, KAPAD, BEM Mahasiswa, WCS dan perwakilan peserta didik dari SMAN 1 dan SMKN 1 Sekotong.


Kegiatan penanaman tersebut diawali dengan upacara, dan mendengar arahan dari Ketua DPP IARMI NTB, Dr. Najamuddin Amy, S.Sos., MM yang diwakili oleh Dr. Lalu Tajuddin, M.Si. yang menjelaskan bahwa kegiatan penanaman mangrove ini merupakan kegiatan kedua setelah Webinar tentang Bersatu Melawan Covid-19. Selanjutnya akan diadakan Bakti Sosial (Baksos) tanggal 18 September 2021 di Kelurahan Monjok Barat, dan sekitar Mako Bersama Jalan Mahuni B.5 Kebon Kopi, dan puncak acara Pelantikan DPP IARMI NTB pada tanggal 25 September 2021.



“Terimakasih kepada PH DPP IARMI NTB, Menwa satuan dari kampus se NTB serta para peserta lainnya. Sabtu pagi memberi aksi nyata bagi pelestarian alam dan mendukung NTB Hijau dan Lestari. Terimakasih pada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB dan Pemda Lombok Barat atas kolaborasinya. Hari ini 1500 Pohon Mangrove tertanam semoga bisa terawat dan lestari. Walau tidak sempat hadir (Karena TUGAS Kedinasan) namun dari konfirmasi beliau sampaikan bahwa semangat kebersamaan mulai kita semaikan dan pelihara. Ada 1000 lebih alumni Resimen Mahasiswa di NTB. Belum lagi yang aktif di kampus-kampus se NTB. Ciri khas loyalitas, dedikasi, persaudaraan dan cinta tanah air menjadi kekuatan para Alumni dan Menwa aktif turut mengabdi bagi nusa bangsa dan NTB yang kita cintai ini. Selamat dan Jozzz buat kegiatan berikutnya para Ketua DPP IARMI NTB” kata Kadis Kominfotik NTB tersebut memberi semangat.


Sementara itu, sekreataris IARMI NTB, Sulman Haris, S.Ag, M.Pd.I saat dikonfirmasi disela acara mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara.



“IARMI (Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia) itu adalah kumpulan alumni Resimen Mahasiswa yang waktu di kampus itu orang-orang hebat yang sudah ditempat dengan Pendidikan berjenjang terkait olah keprajuritan. Semua disiplin ilmu ada, dari orang agamais, orang tehnik, IT, MIPA, Pertanian, Perkebunan, Guru dan bahkan sekarang Alumni ada dimana-mana baik birokrasi dan posisi startegis lainnya ( lengkap) Itulah yang kami tindak lanjuti, pengabdian kepada masyarakat. Mengabdi sepanjang masa. Selama hayat dikandung badan” kata Sulman.


“Setiap langkah yang kami lakukan ialah untuk bangsa dan negara. Bahkan seperti yang sudah kami katakan, disuruh bertempur pun kami dah siap jika negara membutuhkan karena Kompenan Cadangan. Jadi jenjang pendidikannya ada Diksarmil Menwa (Pendidikan Dasar Militer) itu sepuluh hari, Suskalak (Kursus Kader Pelaksana) satu bulan, Suskapin Menwa tiga setengah bulan, jadi penanaman sifat nasionalis dan patriotir menjaga NKRI sudah masuk,” imbuhnya.



Namun, Kepala SMKN 1 Sekotong tersebut berpendapat, bahwa bela negara bukan hanya dengan berperang, tapi lebih dari itu, melestarikan alam dan mendidik merupakan bagian dari membela negara tersebut.


“Insya Allah kalau untuk ini, judul besarnya adalah bela negara. Bela negara bukan hanya perang, melestarikan alam, menjaga kebersihan, mendidik anak bangsa, mengabdi pada masyarakat, mendidik dan menanmkan karakter mulia untuk mencapai UUD Sisdiknas (Sistem Pendidikan Nasional) nomer 20 tahun 2003,” jelasnya.



Menurut Sulman, komponen alam secara utuh harus dijaga kelestarianya dan kemanfaatan utk kita semua karena berbagai hal bisa terjadi seperti diantaranya abrasi. Dengan menjaga dan merawat lingkungan itu maka bisa melakukan langkah preventif seperti penanaman mangrove.


Fisik alam ini kan antara air, angin, api. Nah itu kan harus kita jaga dan rawat untuk bisa kita maksimalkan fungsi dan kegunaannya utk.kemaslahatan, kita tahu akhir alhir ini daerah kita dan bahkan negara kita sering dilanda bencana alam. Nah untul.antisipasi bencana banjir dan abrasi hal ini yang kemudian menjadi alasan salah satu alternatif untuk ikhtiar agar bisa meminimalisir bencana tsb maka kami menanam mangrove,” katanya dengan nada semangat.



Dia kemudian menjelaskan tiga alasan memilih Sekotong sebagai tempat melaksanakan kegiatan tersebut.


“Kenapa memilih lokasi Sekotong? Pertama, karena kondisi alamnya dan memang mangrove ini penting. Kita adalah lima gerbang wisata dunia. Nah Sekotong ini adalah lokasi yang sangat potensi utk dikembangkan. Beberapa destinasi wisata sdh maju dan berkembang Senggigi, Kawasan Mandalika, Wisata Alam Gunung Rinjani, Gunung Tambora dll sudah mendunia. Kedua saya juga sejak 2020 bertugas di Sekotong maka sepatutnya program program peduli kelestarian alam juga kita laksanakan tentunya akan semakin mudah melakukan koordinasi dg pihak terkait di Sekotong. Ketiga, untuk memperluas kiprah fungsi seorang Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI)," ungkapnya.


Diakhir wawancara, Sulman mengingatkan untuk selalu berbuat baik dengan mengutip sebuah hadis riwayat Imam Ahmad

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

Artinya: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia”. (UJ/NE)