Lanjutan ---12 Kegiatan Dasar Digital Marketing.

Updated: Mar 22

Secara singkat , saya mencoba untuk menjelaskan komponen kompenen Digital Marketing seperti yang saya sebutkan diatas :


1. Search Engine Marketing ( SEO)

SEO adalah elemen dasar / basic daripada Digital Marketing. SEO adalah praktik mengoptimalkan situs web kita untuk mendapat peringkat lebih tinggi dalam hasil mesin pencari.


Ada tiga cara umum untuk melakukan SEO :

• On Page SEO adalah kegiatan mengoptimalkan halaman didalam website itu sendiri dengan mengguakan kata kunci.

termasuk disini adalah Teknikal SEO pada sisi backend website.


• Off Page – SEO adalah kegiatan meningkatkan SEO kita dengan menggunakan / atau melibatkan halaman-halaman di luar website.


02. Content Marketing

Konten Marketing sangat terkait erat dengan SEO, konten marketing juga merupakan komponen inti dari pemasaran digital.


Ini termasuk pembuatan dan promosi konten dengan tujuan membangun kesadaran merek, meningkatkan traffic ke situs website.


Konten yang kita buat memiliki beberapa bentuk :

• Blogging

• E-book dan whitepaper

• Video

• Infografis

• Podcast

• Webinar


Apa pun format konten yang kita pilih, pastikan untuk fokus pada materi yang relevan dan bermanfaat bagi audiens.


03. Social Media Marketing

Elemen lain dari strategi digital marketing yang kuat adalah social media marketing. Ini tentang cara mempromosikan bisnis / kegiatan organisasi anda di media sosial untuk meningkatkan kesadaran merek ( brand awareness ) , mengarahkan traffic ke situs web, dan menangkap prospek.


Biasanya kita melakukan ini dengan membuat posting di media sosial seperti:

• Facebook

• Instagram

• Twitter

• Youtube

• Pinterest

• LinkedIn


04. Pay Per Click (PPC)

Ada beberapa metode digital marketing, seperti blogging, SEO, dan posting media sosial yang kita sebut bersifat organik - artinya metode tersebut menarik traffic ke website "secara alami" tanpa anda harus mengeluarkan uang.


Tetapi ada juga praktek digital marketing lain yang kita harus membayar.


PPC adalah singkatan dari pay per click, suatu bentuk periklanan online yang berbayar dan punya dampat yang sangat.


Seperti SEO, PPC adalah jenis Search Engine Marketing atau SEM. Jika kita melihat posting yang berlabel "Iklan" di bagian atas dan bawah halaman hasil pencarian Google, dapat dipastikan anda dengan melihat PPC beraksi.

Umumnya, PPC digunakan di search engine atau platform media sosial:


• Google:

Search engine marketing PPC paling sering dikaitkan dengan Google Ads yang juga memiliki beberapa jenis Ads.


• Facebook: Anda selanjutnya dapat menggunakan model bayar per klik untuk beriklan di Facebook.


Membuat postingan Facebook berbayar membantu memperluas jangkauan, menampilkan konten Anda kepada orang-orang yang tidak mengikuti Anda.


• LinkedIn: Anda juga dapat melakukan PPC di LinkedIn, membantu Anda tampil di depan audiens profesional.


• Twitter: Anda juga dapat menggunakan Iklan Twitter untuk menargetkan audiens yang relevan dan memperluas jangkauan Anda.


05. Native Marketing

Native Marketing iklan yang menyesuaikan dengan format dan nuansa platform tempat iklan tersebut muncul.


Biasanya muncul di situs web, dan menampilkan konten yang "menyatu" dengan artikel atau postingan blog.


Sasaran iklan ini adalah memandu pengguna untuk mengeklik konten yang akan mengarahkan mereka ke laman perusahaan / organisasi .


06. Affiliate Marketing

Affiliate marketing adalah praktik pemasaran digital di mana satu pihak, seperti influencer atau merek, menerima komisi untuk mempromosikan produk atau layanan orang lain.


Dengan model Affiliate Marketing, sebuah perusahaan memberikan afiliasi nya dengan tautan / link khusus yang biasanya apabila di klik akan mengarah ke halaman untuk membeli produk mereka.


07. Influencer Marketing

Praktik ini mirip dengan pemasaran afiliasi karena melibatkan orang lain yang mempromosikan merek Anda, biasanya di media sosial atau di dalam blog mereka.


Tidak seperti affiliasi marketing, influencer dibayar oleh perusahaan hanya untuk promosi - terlepas dari apakah orang benar-benar membeli produk tersebut atau tidak.


08. Email Marketing

Secara garis besar, ada empat jenis email marketing yang dapat kita kirim ke prospek dan pelanggan:

• Email Campaign

• Buletin Email ( Newsletter)

• Marketing Email Otomatis

• Email transaksi Otomatis


09. Marketing Automation

Ini adalah contoh praktik digital marketing yang lebih luas. Ini melibatkan otomatisasi tugas –tugas dasar marketing.


Automasi mampu menyederhanakan tugas yang berulang ulang yang seharusnya dilakukan secara manual, seperti email transaksional, analisis data, dan lainnya.


Beberapa tugas yang mendapat manfaat dari otomatisasi meliputi:


• email ucapan Terima kasih, konfirmasi dan email selamat datang

• Live Chat


10. Online Public Relation (PR)

Online PR adalah praktik untuk mendapatkan liputan dari media online dan blog online.


11. Mobile Marketing

Saat ini kita dihadapkan agar mampu mengubah tujuan jangkauan pelanggan yang semula pada layar laptop dan sekarang harus mampu menjangkau pelanggan di layar ponsel.


Hal ini menjadi sangat penting karena penggunaan internet seluler semakin meningkat

Pemasaran seluler melibatkan adaptasi praktik digital marketing ini termasuk:

• Mengoptimalkan kecepatan website pada versi selular

• Merancang situs website versi seluler

• Membuat email yang ramah seluler


12. Conversion Rate Optimization ( CRO)

Tujuan akhir daripada Digital Marketing adalah meningkatkan traffic dan meningkatkan rasio konversi.


Untuk mencapai tujuan ini kita haruslah mampu mendefinisikan bagaimana pengguna menavigasi website, tindakan apa yang mereka lakukan, dan apa yang membuat mereka atau yang menghalangi mereka untuk melakukan sesuatu yang anda targetkan .


Alat pelacakan dan analitik dapat memberikan kita data kuantitatif tentang cara pelanggan menggunakan website kita.




lancar melalui sales funnel yang ada.

7 views0 comments