Mempersiapkan Kebangkitan Pariwisata


Jika masih banyak yang mengharapkan bahwa dunia pariwisata akan balik seperti sediakala, saya bisa katakan bahwa pengharapan itu akan sangat mengecewakan kita semua.


Oleh karena itu saya sangat Menganjurkan untuk kita mengambil saat krisis ini sebagai sebuah momentum untuk mengambil posisi leading dalam kebangkitan pariwisata dengan mengedepankan value proposition dari tiap tiap destination.


Posisi leading ini tentu dapat kita lakukan apabila kita dapat mendefinisikan strategi kebangkitan pariwisata yang berbeda dengan pendekatan yang juga berbeda dari yang pernah ada.


Sebagai contoh, strategi kedepan haruslah dengan pendekatan pariwisata yang berwawasan lingkungan, kebudayaan dan dengan pemberdayaan msyarakat sebagai pemilik kebudayaan itu sendiri dan penjaga kelestarian lingkungan yang ada Dan di topang dengan teknologi sebagai faktor enabler dari strategi yang ada.


Karena, sampai saat ini banyak destinasi destinasi belum mengetahui apa yang harus mereka lakukan untuk mempersiapkan kebangkitan pariwisata karena mereka hanya berharap dan menunggu keadaan akan kembali seperti sedia kala.


Masih sangat banyak para pelaku pariwisata yang menghayal dan berharap bahwa pariwisata akan balik sebagai mana sebelum nya, jadi sekali lagi saya tekankan itu akan menjadi pengharapan yang sangat menyakitkan.


Pariwisata kedepan adalah sebuah kegiatan atau experience yang berwawasan pada kelestarian lingkungan dan masyarakat beserta atribut atribut yang melekat pada masyarakat seperti kebudayaan, kesenian, kulinari dan rutinitas keseharian.


Untuk itu beberapa hal yang harus di persiapkan antara lain :


1. Mengedukasi masyarakat secara sederhana dan mudah untuk mereka memahami kebudayaan dan kebiasaan masyarakat / bangsa lain. ( cross culture understanding) dan mempersiapkan masyarakat untuk siap dengan gelombang baru pariwisata.


2. Memberikan pemahaman tentang ekspektasi dari para pengunjung.


3. Melibatkan stake holder padat modal untuk bergerak bersama dalam menguatkan model bisnis baru atau arah baru dari pariwisata.


4. Institusi pendidikan harus mulai menyusun kurikulum baru yang mengakar pada nilai nilai bangsa Indonesia. Pendidikan yang confident pada kekuatan nilai bangsa Indonesia.


Pendidikan dan pelatihan pariwisata juga harus pendidikan yang berwawasan lingkungan, masyarakat dan kebudayaan dalam arti yang luas.


Dan tidak latah dengan kebudayaan bangsa lain. Bagaimana mungkin sebuah bangsa yang tersenyum adalah keseharian mereka harus diajarkan keramahtamahan oleh bangsa yang tersenyum saja sangat susah.


5. Menentukan teknokogi teknologi pendukung untuk menciptakan kenyamanan dan keamanan dalam beriwisata.


Tentu hal hal diatas di tinjau dari ganbaran besar dan untuk hal hal teknis tentunya dapat di bicarakan lebuh mendalam.


Oh ya, hampir saya lupa, kalau saat ini banyak orang sedang menghidupkan dan membicarakan desa wisata mohon di perhatikan juga tentang perlu nya menghidupkan urban tourism ( pariwisata perkampungan di kota) yang masyarakatnya seperti terlupakan dalam pariwisata.



#SDG2030

#indonesiamaju

105 views0 comments