Bagaimana Seharusnya Industri Pariwisata di Era Tatanan Baru

Updated: Mar 9


Merebus Siput Bakau di Desa Labuhan Burung
Merebus Siput Bakau di Desa Labuhan Burung ( Photo di ambil pada tahun 2017 )

Kita memerlukan strategi untuk pengembangan industri pariwisata dan kita tidak bisa membangunnya pariwisata ini dengan poster, banner, quotes atau kata-kata pepatah lainnya yang saya lihat seolah-olah hal-hal ini adalah implementasi pamungkas dari sebuah strategi .


Bagi saya ( penulis ), pariwisata harus mampu memberikan kesejahteraan kepada masyarakat luas, bukan hanya membawa keuntungan kepada para pemilik modal atau sekelompok kecil masyarakat.


Untuk itu, saya ingin berbagi pandangan dan opini pribadi secara garis besar agar pariwisata kita kedepan nya bisa lebih fokus dalam membangun pariwisata yang berciri khas Indonesia serta untuk membawa manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat:


Beberapa hal yang harus kita perhatikan dalam merumuskan strategi kita adalah sebagai berikut :

1. Masyarakat adalah Landasan Pariwisata


Masyarakat beserta seluruh atribut kebudayaan yang melekat dalam keseharian masyarakat haruslah dipandang dan perlakukan sebagai aset dalam membangun proposisi nilai sehingga nantinya setiap destinasi bahkan setiap spot wisata akan memiliki faktor pembeda dari destinasi lainnya. Sehingga, tidak diperlukan lagi proses copy paste program dari satu destinasi ke destinasi lainnya.


Sangat disayangkan, banyaknya proses jiplak program wisata yang diambil dari satu destinasi untuk diimplementasikan pada destinasi lainnya yang tentu sangat berbeda dalam banyak hal.


Oleh karena itu, perlu pembentukan mindset baru kepada seluruh pelaku pariwisata dan semua stakeholder yang ada agar memiliki suatu pandangan yang tegas dan penuh percaya diri bahwa setiap destinasi berbeda dengan destinasi lainnya.


Dan tentunya diperlukan pendekatan yang berbeda dalam membangun pariwisata di tiap-tiap daerah, untuk itu diperlukan pengembangan pariwisata dengan mengedepankan proses -proses kreatif yang menggunakan pendekatan akan kebutuhan pasar baik secara geografi ( lokal, regional, nasional bahkan internasional ) atau secara demografi.


2. Ahli Industri Pariwisata vs Pertumbuhan


Para pelaku pariwisata wajib memiliki keterampilan dan pengetahuan yang mumpuni yang sesuai dengan kebutuhan jaman, serta berkomitmen tinggi dalam pengembangan destinasi wisata .


Salah satu langkah efektif dalam pengembangan pariwisata adalah dengan melibatkan para pelaku dan para ahli dalam merumuskan pertumbuhan pariwisata suatu daerah karena pariwisata ini adalah pekerjaan yang melibatkan banyak orang dan tentunya beberapa kepentingan yang tidak relevan seharusnya tidak dimasukkan dalam program -program yang ada. Kepentingan yang ada harus kepentingan untuk merumuskan pertumbuhan industri pariwisata dan kepentingan untuk mensejahterakan masyarakat dengan menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat.


Para pelaku pariwisata yang ada di tiap destinasi tentunya memiliki data-data yang menjadi acuan dalam menyusun strategi pertumbuhan di tiap-tiap destinasi dan dengan data yang ada menyusun target-target kedepan dengan tetap menyadari bahwa dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian sehingga para pakar di industri pariwisata ini harus memiliki jiwa kepemimpinan yang sadar sepenuhnya akan keadaan dunia saat ini yang sering di sebut ; dunia VUCA ( Volatility, Uncertainties, Complexities and Ambiguity ).


Dalam merumuskan strategi pertumbuhan pariwisata, diharapkan adanya suatu badan / kelompok yang fokus dalam menyiapkan dan menyusun strategi pengembangan destinasi dan kemudian mengkomunikasikan kepada masyarakat luas tentang langkah-langkah pengembangan pariwisata destinasi setempat.


3. Proses Internal; termasuk memaksimalkan keberadaan teknologi tepat guna.


Membahas strategi tanpa melibatkan teknologi ibarat hidup di zaman batu. Hal ini sungguh sangat crucial saat ini karena masih banyak pelaku wisata // para stakeholder belum memiliki kesadaran dalam memberdayakan teknologi untuk memajukan pariwisata. sehingga masih bayak saya lihat pendekatan strategi berdasarkan kebiasaan beberapa dasawarsa yang lalu. baik dari segi teknis maupun strategis yang tentukan hal ini sudah sangat usang dan tidak lagi relevan dengan keadaan saat ini. Dengan memberdayakan teknologi terkini dalam menyiapkan sisi supply dan memaksimalkan sisi demand dapat kiranya proses percepatan / akselerasi yang dalam mengembangakan destinasi wisata setempat.


Hal diatas tentunya dengan cara memaksimalkan anggaran yang ada untuk fungsi / program dan kegiatan Sales & Marketing.



4. Pengunjung


Kita harus memahami musim / musim berkunjung untuk destinasi kita dari beberapa segmentasi klien. Oleh karena itu , kita harus memiliki dan menerapkan strategi pemasaran yang berbeda dengan destinasi lain seperti yang telah kita jelaskan diatas.


Dan haruslah fokus pada pasar yang benar-benar produktif berdasarkan data yang ada serta data trend untuk kita mengukur masa depan.


5. Keuangan: Rasio pertumbuhan dan pendapatan


Dari segi keuangan dapat kita ukur antara tingkat pertumbuhan dan pendapatan. hal ini akan sangat terkait dengan strategi dalam membangun Brand dari tiap-tiap destinasi yang ada, karena kegiatan branding ini akan sangat mempengaruhi bebeberapa kebijakan seperti kebijakan harga dan kebijakan lainnya. Pada kenyataan nya , bisa saja terjadi peningkatan pertumbuhan yang tinggi tetapi tidak disertai dengan tingkat pendapatan yang juga tinggi. Untuk itu kita akan kembali membahas tentang target market yang cocok untuk tiap-tiap destinasi.


Kita harus memperhatikan trend masa depan sampai di tahun 2030 tentang populasi dan negara - negara dengan potensi pertumbuhan ekonomi yang tinggi yang akan muncul di asia dan asia tenggara. Produk wisata saat ini harus lebih jeli dalam melihat pertumbuhan penduduk dan ekonomi di Indonesia, India dan China.






Recent Posts

See All