Peduli Interpretasi Wisata Alam, Geopark Rinjani & BKSDA NTB Gelar Pelatihan


Para peserta terlihat sangat antusias mengikuti pelatihan hospitality, karena menyadari daerah Bangko-Bangko dan sekitarnya merupakan daerah tujuan wisatawan (Nasionaleditor.com)


Gerung, Nasionaleditor.com - Dalam rangka penguatan kelembagaan kelompok masyarakat sekitar TWA (Taman Wisata Alam) Bangko-Bangko, Geopark Rinjani mengadakan pelatihan Hospitality dan Interperetasi Wisata Alam pada tanggal 22-23 September 2021.


Bekerjasama dengan BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) dan lembaga terkait lainnya, Geopark Rinjani menghimpun para pegiat wisata di lingkar TWA Bangko-Bangko.

Pelatihan yang berlangsung selama 2 hari tersebut diisi dengan materi kepariwisataan yang di bawakan oleh pemateri-pemateri handal dibidangnya masing-masing.


Bang Fathul Rakhman, manajer pemberdayaan masyarakat dan perempuan Geopark Rinjani menyampaikan besarnya peluang potensi kegiatan pariwisata di TWA Bangko-Bangko.

"Semua hal yang terkait kearifan lokal di Bangko-Bangko ini bisa dijual. Maka sudah seharusnya pemandu wisata disini harus menguasai betul identitas TWA Bangko-Bangko dan produk wisata didalamnya," ungkapnya.


Pelatihan ini dikemas sangat interaktif dengan memperbanyak komunikasi antara pemateri dan peserta. Selain itu, lokasi pelatihan yang berada di pinggir pantai menambah kenikmatan keberlangsungan kegiatan tersebut.


Angin yang berhembus, ombak tenang, pohon-pohon bergoyang, ditengah terik matahari, yang menciptakan suasana pelatihan seperti sedang menjadi wisatawan.


Di pertengahan materi, seorang peserta memberikan pernyataan sekaligus pertanyaan prihal paket wisata yang sangat ingin dia kuasai seluk-beluknya.


"Kami memang telah lama bergerak di bidang pariwisata ini. Dengan wawasan kami yang sangat terbatas, kami berharap agar pemateri memberikan kami tips-tips membuat paket wisata yang menarik. Karena sampai saat ini, kami hanya sekadar membawa tamu tanpa menyediakan paket sebelumnya".


Dengan sigap, pemateri langsung menyampaikan materi tentang paket wisata.

Tidak hanya itu, diakhir materi interpretasi, peserta pelatihan langsung diberikan tugas membuat paket sebagai praktik dari materi-materi yang telah mereka terima.


Muhammad Taufik, salah seorang peserta yang sangat antusias mengikuti pelatihan ini, karena berharap mendapat wawasan lebih tentang wisata yang bisa mereka terapkan sepulang dari pelatihan ini.


"Kami senang mengikuti kegiatan ini, banyak teman baru dan terutama wawasan kami bertambah. Selain itu, gambaran kami tentang Hospitality dan Interpretasi Wisata Alam Bangko-Bangko".


Setelah peserta mempresentasikan paket yang telah dibuat secara bergantian, bang Fathul memberikan kesimpulan bahwa paket yang bagus itu harus pernah dicoba.


"Paket yang bagus adalah paket yang pernah kita coba dan rasakan kebagusan paket yang kita buat," ujarnya.


Selain itu ada praktik memakai handuk yang di sampaikan langsung oleh Pak Rate. Dengan lihai, beliau menampilkan beberapa variasi yang membuat peserta tercengang.


Sebelum bubar, sesi terakhir diadakan praktik interpretasi wisata alam oleh para peserta yang didampingi oleh Bang Oji, Mbak Meli dan Mbak Tiwi dengan langsung mencoba paket wisata buatan peserta terpilih.


Terakhir, kesan dari peserta teraktif dan lucu, Pak Sulaiman yang mengikuti pelatihan sambil membawa anaknya menyampaikan terimakasih dan harapan agar kegiatan ini memiliki keberlanjutan.


"Alhamdulillah, kami sangat senang dan gembira dengan pelatihan ini. Kami sangat haus pengetahuan dan dari pelatihan ini wawasan kami semakin luas. Tetapi ini belum cukup, kami harus menambah dan menambah lagi wawasan dan pengetahuan kami, kami berharap kedepannya akan ada kegiatan yang seperti ini lagi di lain waktu," harapnya. (Abr/NE)

6 views0 comments