Potensi Wisata vs Produk Wisata


Izinkan saya mengajak anda untuk kita sama sama menaikkan level diskusi kita dalan membicarakan industri pariwisata .


Saya telah berkecimpung di dunia pariwisata sejak tahun 1992, dan sejak tiga ( 3 ) dasa warsa terakhir saya perhatikan diskusi dan pembicaraan kita hanya sebatas potensi wisata dan heran nya lagi, kuta masih berkutat pada topik potensi wisata ini sampai saat ini.


Hal ini salah satunya dikarenakan, banyaknya yang notabene orang pariwisata yang pemahamannya sudah tidak lagi relevan dengan keadaan saat ini dan masih terus membicarakan tentang potensi wisata sebagai satu satu nya bahan pembicaraan mereka.


Potensi adalah sesuatu yang masih tersimpan dan tentunya tidak bisa dihitung proyeksi hitungan ekonomi nya sampai potensi tersebut berubah menjadi produk.


Saya masih ingat sebuah negara baru yang katanya mempunyai potensi migas yang luar biasa dan kemudian setelah dilakukan explorasi ternyata potensi tersebut tidak bisa di ubah menjadi produk migas dengan beberapa alasan. Jadi kesimpulan nya, kita tidak bisa menghitung financial projection dengan hanya berdasarkan potensi.

Jadi, sekali lagi kalau kita ingin maju di dunia pariwisata maka kita perlu fokus mendesign dan mengembangkan produk pariwisata dari segala sumber daya yang ada.


Saya anjurkan agar pada level apapun nanti kita berbicara tentang pariwisata maka berusahalah untuk mengarahkan pembicaraan tersebut pada level pengembangan produk pariwisata , setelah itu kita harus naikkan level diskusi dan pembicaraan kita pada bidang pemasaran produk pariiwisata.


Hal ini saya anjurkan agar kita di NTB bisa melakukan akselerasi untuk dapat menempatkan destinasi kita sebagai pemimpin Industri Pariwisata di Indonesia.


Kalau negara China dapat memberdayakan masyarakatnya untuk produktif dengan memproduksi berbagai produk dan kemudian pemerintahnya membantu pemasaran produk tersebut ke berbahai belahan dunia sehingga perekonomian mereka sangat maju.


Maka kita akan dapat menyaingi Negara China apabila kita dapat memberdayakan masyarakat untuk produktif dan menghasilkan produk produk pariwisata yang unik, berkwalitas dan berdaya saing tinggi dan kemudian pemerintah membantu dalam pemasaran nya. Inilah yang saya sebut dengan Pariwisata Berbasis Masyarakat dalam arti yang luas.


Nusa Tenggara Barat dimana satu spotnya telah ditetapkan sebagai Daerah Super Prioritas dapat mengambil peran sebagai pemimpin dalam industri Pariwisata dengan pendekatan dan mindset yang perlu kita rubah total di semua stakeholder pariwisata.


Jadi , pelan pelan kita kurangi bicara potensi wisata tetapi pembicaraan kita harus lanjut tentang bagaimana menjadikan potensi potensi yang ada untuk menjadi produk produk yang mempunyai nilai ekonomis yang nyata.


Karena, pada saat kita berbicara potensi maka pembicaraan ini akan sangat subyektif dan cenderung kita untuk menghibur diri kita sendiri dan kemudain kita terlena dengan potensi yang ada tetapi kita lupa bagaimana kita harus mempunyai produk wisata yang beraneka ragam yang bersumber dari masyarakat dan tentunya akan bernilai jual tinggi karena akan mempunyai unique selling point yang tinggi.


Pada saat kita membicarakan produk pariwisata kita akan berbicara obyektif tentang pesaing, tentang harga, tentang distribusi, tentang promosi tentang pemasaran dll.


Sekali lagi, kalau anda melihat dan mendengar orang yang bicara melulu tentang potensi pariwisata maka saranakn mereka untuk membahas tentang penciptaan produk pariwisata dan kemudian tentang aspek aspek pemasaran pariwisata.


Untuk NTB menjadi pemimpin Industri Pariwisata di Indonesia kita harus segera merubah cara dan pendekatan serta mindset kita tentang produk pariwisata dan tidak lagi melulu tentang potensi pariwisata seperti yang telah kuta lakukan dalam 30 tahun terakhir.


Ketahuilah bahwa element terpenting dari sebuah bisnis dan termasuk bisnis pariwisata, adalah tentang kreatifitas untuk menjadikan semua sumberdaya yang ada menjadi suatu produk pariwisata yang berkwalitas dan berdaya saing.


Kalau anda bersemangat membaca tulisan ini, maka kita memiliki semangat yang sama.


Catatan :

Mohon di share kalau anda rasa akan bermanfaat bagi banyak orang.