Semangat Perubahan Sulman Haris, M.Pd.I Memimpin SMKN 1 Sekotong

Updated: Sep 9


Sulman Haris, M.Pd.I, Kepala Sekolah SMKN 1 Sekotong sekaligus Sekretaris DPP IARMI NTB


Giri Menang, Nasionaleditor.com - Sulman Haris, M.Pd.I seorang figur Kepala Sekolah yang diharapkan mampu mendongkrak prestasi SMKN 1 Sekotong kedepannya. Pemberian mandat kepadanya untuk memimpin di SMK Negeri yang masih tergolong baru tersebut dirasa sangat tepat. Kendati rumahnya cukup jauh, akan tetapi dengan semangat perubahan Ia selalu datang tepat waktu setiap harinya.


“Jadi saya di SMKN 1 Sekotong ini terhitung dari tanggal 22 Februari 2020 sebagai PLT dengan SPT SETDA NTB, Kemudian mulai tanggal 06 Agustus 2021 menjadi kepala definitif. Karena lokasi tempat tinggal kurang lebih jarak tempuhnya 51 km dengan semangat melaksanakan amanah untuk melakukan yang terbaik dalan berkolaborasi dengan Tim disekolah melakukan perubahan, saya berangkat dari Sandik, Batulayar paling lambat jam 6 pagi ke Sekotong," katanya.


Saat kami temui, Selasa (07/09) pagi kemarin, pria ramah tersebut sedang melakukan penataan di halaman depan sekolah, kemudian mengajak kami duduk di sofa depan ruangannya sambil menjelaskan proses kegiatan belajar mengajar di SMKN 1 Sekotong selama pandemi berlangsung serta pencapaian lainnya.


“Jadi kita awalnya memiliki empat KK (kompetensi Karya), KK TKJ (Tehnik Komputer Jaringan) KK TBSM (Tehnik Bisnis Sepeda Motor), kemudian NKPI (Nautika Kapal Penangkap Ikan) lalu ada tambahan yang paling muda itu APHP (Arobisnis Pengolahan Hasil Perikanan). Nah pasca refocusing tahun ajaran baru itu dihapus APHP. Lalu kita harus ada dua core maksimal. Core utama, dan core penunjang. Core utama kita adalah Core Kemaritiman. Ada Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI), Tehnik Permesinan Kapal, termasuk Tehnik Pengelasan Kapal disuruh buka disini, tapi kondisi kita agak berat disini, karena dekat dengan Lembar. Di Lembar kan Nautik ada, semua ada, kemudian core kita yaitu TBSM itu” jelasnya.


Sulman Haris, M.Pd.I bersama Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid, S.Ag, M.Si dalam acara rapat koordinasi APGAII di Kantor Bupati Lombok Barat, Giri Menang, Gerung


Ketua DPW Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) itu menjelaskan lebih lanjut alasan dipilihnya dua core tersebut, yaitu karena SMKN 1 Sekotong sudah mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan RPS (Ruang Praktik Siswa) dan alat praktik ditambah dengan fasilitas kapal berkapasitas 34 GT (Gross Ton).


“Kenapa yang dua ini, karena 2020 kami sudah dapat DAK, RPS dan alat praktik siswa. Ada dua bangunan dibelakang itu RPS (Ruang Praktik Siswa) NKPI dan TBSM. Alhamdulillah kami konsisten untuk itu. Dan kami SMKN 1 Sekotong ini memiliki fasilitas kapal yang kapasitas 34 GT, namanya KM Latih Handayani 03. Ini yang kami maksimalkan,” katanya.

Begitupula dengan program Sabtu Budaya yang diluncurkan oleh Wakil Gubernur NTB, DR. Sitti Rohmi Jalilah, M.Pd sudah dilaksanakan selama tiga pekan. Karena kondisi sekolah belum memungkinkan untuk melaksanakan permainan-permainan tradisional, Sekretaris DPP IARMI NTB itu tersebut berencana akan memanfaatkan spot-spot terbaik di Sekotong sebagai lokasinya.


“Dengan program yang diluncurkan oleh Bu Wagub di SMA 1 Lingsar, Sabtu Budaya, yang bermakna sekolah itu harus rileks. Isinya minimal ada dua program, Gemar Gatra (Pengembangan Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional) sama Gotong Royong. Tujuannya untuk mengembangkan semangat siswa untuk melestarikan budaya lokal itu. Alhamdulillah di SMKN 1 Sekotong Sabtu Budaya sudah berlangsung tiga pekan, karena kondisi sekolah kami belum memungkinkan untuk itu. Untuk itu kami akan mengambil spot-spot yang bagus di wilayah Sekotong. Sekotong ini kan wilayahnya cantik-cantik. Gunungnya bagus, lautnya bagus, maka kami sudah petakan,” tutupnya.

26 views0 comments