Siapkan 5 Hal Sebelum Mendaki Gunung


Dua orang pendaki gunung sedang turun dari pendakian (Image by Steven Weirather)


Indonesia adalah negara kepulauan dengan sebaran gunung dan pegunungan yang banyak. Hampir disetiap pulau terdapat gunung dan pegunungan dengan luas dan keunikan yang berbeda-beda. Seperti Gunung Rinjani dengan Danau Segara Anaknya, Gunung Bromo dengan hamparan pasirnya bak gurun. Keunikan tersebut membuat para pecinta gunung rela mendaki berjam-jam, bahkan berhari-hari demi kepuasan batinnya. Memang mendaki gunung dapat membuat pikiran menjadi rilek dan bahagia.


Namun tahukah Anda, mendaki gunung termasuk aktivitas yang berat dan berisiko? Karena perjalanan yang menanjak dan menurun membutuhkan banyak sekali tenaga dan tidak jarang jalan yang dilalui memiliki tingkat kemiringan yang tajam dan struktur tanah yang labil. Namun tentu hal itu bukan menjadi halangan bagi para pecinta gunung. Apalagi keberhasilan mendaki gunung bisa memberi kepuasan, dan menjadi identitas yang membanggakan bagi sebagian orang.


Berikut 5 hal yang harus disiapkan sebelum mendaki gunung


1. Siapkan fisik yang prima

Sebelum mendaki gunung, kesiapan fisik perlu diperhatikan. Lakukan pemanasan terlebih dahulu dengan berolah raga agar fleksibelitas tubuh menjadi lebih baik. Istirahat yang cukup agar sebelum melakukan pendakian, badan dalam keadaan prima. Makanlah makanan yang mengandung karbohidarat dan protein serta perbanyak minum air putih, jus atau susu.

2. Kenali medan yang akan ditempuh

Mengenali medan diperlukan untuk mengukur seberapa mampu Anda melakukan pendakian. Apakah medannya menanjak curam misalnya, atau apakah medannya melewati sungai yang mempunyai arus deras. Selain itu, dengan mengetahui medan yang dilalui akan membantu Anda menyiapkan barang bawaan yang dibutuhkan dan sesuai dengan kemampuan. Untuk mengetahui medan, Anda bisa membaca informasi, bertanya langsung kepada orang yang pernah melakukan pendakian di gunung yang akan dituju, atau dengan melihat review tentang gunung tersebut di media sosial.


3. Ketahui prakiraan cuaca dan kondisi gunung

Kondisi cuaca sangat penting diketahui, terutama pada saat musim hujan. Cuaca yang tidak baik dapat menghambat kelancaran mendaki, bahkan pada kondisi tertentu dapat mengancam kesalamatan pendaki. Untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, Usahakan mendapatkan informasi prakiraan cuaca sebelum Anda melakukan pendakian. Informasi prakiraan cuaca dapat dilihat di laman resmi BMKG setempat atau bisa ditanyakan di pos pendakian. Jangan lupa, tanyakan kondisi gunung tempat Anda akan mendaki, karena sebagian gunung di Indonesia berstatus gunung berapi yang masih aktif. Jangan memaksakan diri bila informasi yang Anda dapatkan tidak mendukung kesalamatan Anda. Anda bisa merencanakan kegiatan pendakian di lain waktu saat keadaan mendukung.


4. Bawa perlengkapan yang cukup

Bawalah perlengkapan yang cukup mulai dari makanan dan minuman hingga kotak P3K. Bila mendaki lebih dari sehari bawalah perlengkapan makan seperti, piring, sendok, korek api, alat memasak, pisau serbaguna, senter atau headlamp. Bawalah tenda, karena biasanya dalam ketinggian tertentu, suhu di gunung cukup dingin terutama di malam hari. Pakailah jaket dan selimut untuk menjaga suhu tubuh tetap hangat. Bila diperlukan, Anda bisa membuat perapian di sekitar Anda. Selain untuk memberikan kehangatan, api juga dipercaya bisa mengusir hewan-hewan buas yang berada di gunung.


5. Mendaki dengan teman atau kelompok

Mendaki berkaitan dengan keamanan dan keselamatan. Banyak resiko yang bisa saja terjadi saat melakukan pendakian, seperti hipotermia, edema paru dan lain sebagainya. Resiko tersebut bisa diakibatkan karena kelelahan atau kekurangan oksigen. Selain itu, terdapat resiko lainnya, misalnya, serangan hewan buas atau tersesat. Oleh sebab itu, mendaki sebaiknyabersama teman atau kelompok agar bisa saling membantu saat terjadi masalah yang tidak diinginkan tersebut.

8 views0 comments