Himmah NWDI NTB Soroti Program STBM Kabupaten Sumbawa Barat


Akselerasi program unggulan seperti revitalisasi posyandu, zero waste dan perbaikan kerusakan lingkungan, dinilainya sebagai kunci dari suksesnya program Basno di NTB," ungkap Fud Syaifuddin, Wabup KSB

Sumbawa, Nasionaleditor.com - Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menjadi satu-satunya kabupaten di Indonesia yang mampu menuntaskan lima pilar dalam program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).


Merespon keberhasilan tersebut, Koordinator Wilayah HIMMAH NWDI Provinsi NTB, mengapresiasi sinergi yang telah dilakukan oleh pemerintah KSB dalam menghapus perilaku buang air besar sembarangan melalui program bebas buang air besar nol (Basno).


“Kami apresiasi keberhasilan KSB dalam menuntaskan STBM, ini menjadi bukti dukungan terhadap misi NTB sehat dan cerdas,” ungkap Ketua Umum HIMMAH NWDI NTB, Saifuddin Rifa’i saat melakukan silaturrahim bersama Wakil Bupati KSB, Fud Syaifuddin, bertempat di Kantor Bupati KSB pada Senin, 13 September 2021.


Prestasi tersebut, menurut Rifai, menjadi contoh kepada kabupaten/kota di provinsi NTB. Untuk itu, ia meminta seluruh kader HIMMAH NWDI KSB untuk ikut serta membantu dan mensyiarkan program STBM tersebut.



“Semoga program STBM ini bisa diikuti oleh kabupaten kota di provinsi NTB, InsyaAlloh, program ini tidak hanya baik dan bagus, tapi bagian dari menjaga iman,” tutup Pria yang terkenal Humble tersebut.


Sementara itu, Wakil Bupati KSB, Fud Syaifuddin mengatakan bahwa, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi yang telah lama terjalin antara pemerintah, masyarakat, hingga organisasi kepemudaan di KSB. “Ini keberhasilan kita bersama, apapun itu, semuanya hasil kerja bersama,” ungkap Wabup.


Saat ini, lanjut Wabup, di Provisni NTB hanya KSB yang mencapai dan mampu mempertahankan ODF serta mulai menerapkan sanitasi yang dikelola dengan aman, dan merupakan satu-satunya kabupaten di Indonesia yang berhasil menuntaskan 5 Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).


"Akselerasi program unggulan seperti revitalisasi posyandu, zero waste dan perbaikan kerusakan lingkungan, dinilainya sebagai kunci dari suksesnya program Basno di NTB," jelasnya.



Fud Syaifuddin berkisah, proses untuk mewujudkan program tersebut cukup panjang, itu semua dimulai sejak tahun 2016 lalu. Dalam perencanaannya, KSB membangun instrumen yaitu Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong (PDPGR) yang beranggotakan masyarakat setempat.


Dalam perjalanannya anggota PDPGR menjadi pihak yang paling berkontribusi bersama TNI Polri dalam menuntaskan lima pilar STBM tersebut.


Lima (5) Pilar STBM, yaitu pilar ke 1, stop buang air besar sembarangan, pilar ke 2, cuci tangan dengan air menggunakan sabun, pilar ke 3, pengolahan air minum aman, pilar ke 4, pengelolaan sampah rumah tangga, dan pilar 5, pengelolaan limbah cair rumah tangga.


"Usaha dan kerja keras tersebut membuahkan hasil dengan pencapaian dan hasil yang memuaskan," jelasnya.


Selain itu, pelibatan secara aktif ASN di tengah masyarakat dan dibentuknya para agen PDPGR dan pelibatan masyarakat oleh ketua RT dan Kepala lingkungan juga mendukung keberhasilan ini. “Bahkan agen-agen inilah yang menjadi kader posyandu keluarga," tutup Wabup. (Abror/NE)

1 view0 comments