Strategi Sukses Mohammad, Owner Cahaya Meubel Manfaatkan Pemasaran Online Ditengah Pandemi


Mohammad Bin Tohir bersama Istri dan anak saat berlibur ke Hongkong 2018 lalu


Mataram, Nasionaleditor.com ~ Mohammad Bin Tahir memulai berbisnis meubel tahun 2008 dengan modal awal 50 juta rupiah. Memulai bisnis tersebut, Mohammad tidak sendiri, dia menjalin kerjasama dengan temannya dengan perjanjian, bahwa setelah merasa mampu, konsinyasi kerjasama akan dihentikan. Setelah berjalan selama satu tahun setengah, kerjasamapun berhenti, Mohammad kemudian mencoba mengelola sendiri bisnisnya.


“Saya membuka usaha mebel ini 2008. Itu awalnya kerjasama. Saya hanya menyiapkan tempat. Ada teman juga yang bantu isi. Dan itu berjalan kalau enggak salah satu tahun setengah. Perjanjian dulu itu kalau sudah merasa mampu sudah tidak kerjasama lagi. Dalam satu tahun setengah saya coba sendiri,” kata Mohammad.


Sesi foto bersama saat berlibur ke Hongkong 2018 lalu


Pria ketururan Arab Yaman tersebut mengenang perjalanan tokonya yang dijauhi sales dan harus bersaing dengan grosir-grosir besar yang ada saat itu. Meski demikian, dia merasa diuntungkan karena posisi tokonya strategis, bersebelahan dengan toko elektronik sehingga mampu bersaing dengan toko-toko besar lainnya.


“Karena kita masih tergolong toko kecil, sales-sales itu mikir-mikir mau masuk. Grosir-grosir besar juga kan dekat dengan tempat kami, cuman kebetulan posisi toko kita juga lumayan bagus disamping toko elektronik. Jadi saat ada orang mau belanja tv dia butuh rak tv. Dalam jarak beberapa tahun toko kita sudah cukup dikenalah. Kita masih bisa bersaing dengan toko-toko besar,” kenangnya.


Mohammad Bin Tohir saat berada di Jepang 2019


Untuk menarik dan memudahkan pelanggan, Mohammad menjalin kerjasama dengan pembiayaan dari Kredit Plus dan Spektra. Perusahaan pembiayaan tersebut mampu mendongkrak nama tokonya.


“Banyak kerjasama dengan leasing atau finance, seperti ada Kredit Plus ada Spektra yang cukup membantu membesarkan nama toko saya,” ungkapnya.


Setelah pandemi datang awal Maret 2020 lalu, Mohammad melihat ada peluang yang bisa dimanfaatkan, yaitu berjualan online dengan target reseller.


“Disaat pandemi saya berpikir orang gak keluar. Mau keluar pun ragu. Saya melihat disitu ada peluang. Dunia digital ini semakin maju. Orang baru bangun, buka mata pasti pegang hape. Orang di Instagram di Tiktok jualan. Nah saya berpikir kenapa tidak saya manfaatkan ini? Disaat orang malas untuk berpikir, saya mencoba untuk berpikir keras. Mulai berpikir bermain online. Targetnya reseller untuk membantu penjualan,” Jelasnya.


Mohammad menunggang gajah saat berlibur ke Thailand 2017 lalu


Strategi Mohammad berjualan online berhasil. Setelah tiga bulan bermain online, kini usahanya berkembang pesat. Dari standar penjualan sebelum pandemi (sebelum online) hanya berkisar antara 5-15 juta rupiah per hari, namun setelah pandemi (setelah online) minimal penjualan sehari mencapai 15 juta rupiah. Oleh karena itu, Ia harus menambah armada menjadi empat sampai lima armada sehari dari sebelumnya hanya dua armada.


“Untuk satu minggu pertama mengumpulkan peluru dulu. Itu tidak membutuhkan waktu yang lama, sekitar tiga bulan penjualan sudah mulai meningkat. Sebelumnya 5 juta. Kalau ramai 10-15 juta. Tapi setelah online, minmalnya itu 15 juta. Sehingga harus menambah armada. Alhamdulillah kita sudah pakai empat sampai lima armada untuk saat ini dari yang sebelumnya—sebelum pandemi, red. hanya pakai dua armada,” ungkapnya sambil tersenyum.


Foto toko dan lokasi Cahaya Meubel di Sweta


Cahaya Meubel merupakan pusat meubel termurah di Pulau Lombok. Dengan pelayanan yang ramah, Anda bisa memesan via online atau langsung ke tokonya yang beralamat di Jalan TGH. Faesal, no. 14 Sweta. (UJ/NE).

33 views0 comments

Recent Posts

See All