Tegas, Gus Miftah: Masih Banyak Usaha Halal yang Bisa Dilakukan!


Gus Miftah, tokoh muda NU yang dikenal mempunyai gaya dakwah nyentrik (Foto: NU Online)


Miftah Maulana Habiburrahman atau yang akrab dipanggil Gus Miftah menolak dengan tegas Peraturan Presiden (Perpres) Nomer 10 tahun 2021 tentang pelegalan miras. Ia menilai dampak buruk miras sangat besar terhadap masyarakat, karena ia sendiri mengaku sering bertemu dengan para korban minuman keras saat mengisi pengajian.


“Saya termasuk orang yang faham betul akan dampak negative dari miras, karena kebetulan saya termasuk orang yang sering pengajian dengan korban-korban dari miras. Maka saya tidak setuju dengan rencana pemerintah membuka pabrik-pabrik miras di Indonesia,” tegasnya dalam sebuah unggahan video di akun Instagramnya, Senin (1/3).


Lebih lanjut, ia mengatakan tidak mentolerir apapun yang menjadi alasan pemerintah. Menurutnya, banyak usaha lain yang bisa diusahakan oleh pemerintah selain usaha minuman keras tersebut.


“Walaupun dengan alasan akan memberikan keuntungan untuk negara. Saya pikir masih banyak usaha-usaha halal yang bisa dilakukan diluar miras. Maka, dear pemerintah, please minuman keras yang halal dan layak konsumsi hanya satu, es batu,” imbuhnya.


Pada unggahan selanjutnya, Gus Miftah mengunggah sebuah video bercerita tentang Prabu Brahma Kumbara yang sedang berdialog dengan prajuritnya mengenai dampak dari minuman keras yang dapat mengancam keamanan kerajaan.


Dalam captionnya, da’i nyentrik itu menulis “Prabu Brahma Kumbara Menolak miras di Kerajaan Madangkara, Sendiko dawuh Prabu.”


Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo meneken Perpres Nomer 10 tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang memperbolehkan investasi minuman keras di empat provinsi di Indoensia, Bali, Nusa Tenggara timur, Sulawesi Utara dan Papua.


Perpres ini juga mengatur enam bidang usaha lainnya yang tertutup bagi penanaman modal. Keenam bidang usaha tersebut yaitu industri narkoba, perjudian, penangkapan spesies ikan, pengambilan koral alam, industri senjata kimia dan industri bahan kimia perusak ozon.


3 views0 comments