Terkait APBDes 2020 , Hari Ini Dua Warga Batu Rotok Diperiksa jaksa


Ilustrasi: Dugaan penyalahgunaan APBDes Desa Batu Rotok, Batulanteh, Sumbawa (Foto: Her)


Sumbawa, Nasionaleditor.com - Terkait Dugaan penyalahgunaan pada APBDes Desa Batu Rotok, Kecamatan Batulanteh, Kabupaten Sumbawa penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumbawa melakukan pemeriksaan kepada dua orang warga Baturotok. Usai diperiksa penyidik kejaksaan Rahmadi selaku saksi pelapor kepada media mengatakan bahwa dirinya diperiksa terkait dengan persoalan BLT dan bantuan ke masjid di Dusun Sampar Kuang Rea Desa Batu Rotok.


"Saya dimintai keterangan sama penyidik terkait dana Masjid dan BLT," ungkapnya kepada sejumlah awak media di halaman kantor kejaksaan Jalan Manggis, no. 7 Kelurahan Uma Sima, Sumbawa (7/9).

Menurutnya selain itu dirinya juga meminta kepada pemerintah desa agar transparan dalam hal pengelolaan dana desa.


"Saya juga minta agar pemerintah desa untuk transparan dalam hal pengelolaan dana desa," tukasnya.


Hal senada juga diungkapkan Harianto saat diperiksa jaksa terkait dengan masalah bantuan masjid dan BLT tersebut.


"Masing - masing masjid sama - sama Rp 7,5 juta dan satu masjid Rp 15 juta. Namun nyatanya bendahara masjid dusun SKR hanya menerima Rp 6,2 juta. Dan sisanya kami tidak tahu. Sementara persoalan BLT ada nama tercantum tapi tidak pernah menerima yakni atas nama Pardi dan Muslimin. Selain itu juga kami juga ditanyakan tentang kepuasan dalam pelayanan terkait pembangunan di Desa Batu Rotok? Dan kami menjawab tidak puas karena tidak ada papan informasi," terangnya.


Terpisah Kasi Intelijen Kejari Sumbawa Anak Agung Putu Juniartana Putra SH membenarkan kegiatan Puldata (pengumpulan data) dan Pulbaket (pengumpulan bahan keterangan) yang dilakukan oleh tim jaksa penyidik sesuai dengan Sprintug Kejari Sumbawa terkait dengan kasus dugaan tindak pidana penyalahgunaan dan penyimpangan dalam penggunaan dan pemanfaatan dana APBDes Batu Rotok tahun 2020 lalu.


Lebih lanjut Kasi Intel tersebut menjelaskan, bahwa sejauh ini sudah ada 14 orang pihak terkait yang telah dipanggil, diperiksa dan dimintai keterangan klarifikasi secara bertahap dan marathon sejak pekan lalu, yakni pelapor, Bendahara, Sekdes dan Kades Batu Rotok, Ketua BPD Batu Rotok, pejabat pemeriksa dari Inspektorat Kabupaten Sumbawa, dan menyusul hari ini dua orang warga Batu Rotok.


“Hari ini hanya dua orang warga Batu Rotok yang dijadwalkan pemeriksaandan pengambilan keterangannya terang Bli Agung—sapaan akrabnya, baru dua orang yang datang memenuhi panggilan jaksa, yakni Harianto dan Rahmadi dimana kedua warga Batu Rotok tersebut telah memberikan keterangan secara koperatif sesuai dengan apa yang diketahuinya, baik itu seputar bantuan sosial untuk mesjid maupun sebagai penerima Bansos (BLT), kendati namanya telah diusulkan tapi mengaku tidak menerima Bansos dimaksud. Jadi total sejumlah pihak terkait yang telah diperiksa dan dimintai keterangan klarifikasi terkait dengan kasus APBDes Batu Rotok tahun 2020 ini, tercatat sudah ada empat belas (14) orang, oleh karena itu kepada sejumlah pihak terkait yang telah dilayangkan surat panggilan diminta agar dapat lebih kooperatif memenuhi panggilan Jaksa, termasuk sejumlah data yang diminta kepada Kades Batu Rotok agar segera disampaikan kepada tim Jaksa penyidik, agar permasalahannya dapat diketahui dengan jelas dan terang benderang,” kata Bli Agung. (Her/NE)

75 views0 comments