Tingkatkan Keahlian Guru PAUD, HIMPAUDI Lembar Gelar Pelatihan Mendongeng


"Kalau bercerita itu harus powerful, tapi hati-hati dengan telunjuk Anda, karena ada saat-saat terijabah (terkabulnya doa, red.)," kata Fadli mengingatkan.

Giri Menang, NasionalEditor.com - HIMPAUDI Kecamatan Lembar, Lombok Barat menggelar pelatihan mendongeng bagi guru PAUD, Minggu (11/4). Acara yang digelar di PAUD Ceria, Teluk Sepang tersebut bertujuan untuk meningkatkan keahlian mendongeng guru PAUD yang ada di Kecamatan Lembar dan Sekotong.


Para peserta pelatihan tersebut nantinya akan mendapatkan sertifikat yang bisa digunakan sebagai persiapan akreditasi untuk mengisi Sispena (Sistem Penilaian Akreditasi) dari Kemendikbud.


Dalam sambutannya, Ketua HIMPAUDI Kecamatan Lembar, Apriandi Jauhari, S.Pd mengucapkan terima kasih kepada para peserta pelatihan, dan menyampaikan bahwa acara tersebut merupakan sebuah terobosan yang sudah lama direncanakan sejak pergantian kepengurusan HIMPAUDI Kecamatan Lembar bulan Oktober tahun lalu.


"Kami sangat berterima kasih atas kedatangan bapak ibu pengelola baik dari kecamatan Lembar maupun dari Kecamatan Sekotong. Terselenggaranya acara ini berawal dari bulan Oktober tahun 2020 setelah terbentuknya pengurus baru HIMPAUDI Kecamatan Lembar, langsung tancap gas agar bagaimana caranya kita membuat suatu terobosan baru yang dulunya mungkin tidak pernah ada acara--mohon maaf acara latihan mendongeng dan sebagainya," kata Apriandi.


Lebih lanjut Ia menjelaskan, bahwa kegiatan tersebut dibiayai oleh iuran yang diambil dari dana BOP para pengelola PAUD di Kecamatan Lembar.


"Perlu saya sampaikan Bapak, Ibu pengelola khusus yang Kecamatan Lembar, untuk biaya kegiatan ini diambil dari iuran Bapak, Ibu guru yang sekali BOP dimintain sama-sama Rp 150.000," ungkapnya.


Untuk memantapkan keahlian mendongeng para peserta, rencananya acara tersebut akan diadakan kembali pada pertengahan bulan puasa tahun ini yang dirangkai dengan acara buka bersama.


"Kegiatan kita pada pagi hari ini tidak cukup sampai disini, tapi Insya Allah HIMPAUDI Lembar akan mengadakan untuk keberlanjutan acara ini nanti dengan Buka Bersama. Yaitu Insya Allah dipertengahan bulan puasa kita adain lagi pelatihan mendongeng yang kedua," jelas Apriandi.


Sementara itu, Penilik PAUDNI Kabupaten Lombok Barat, Wirkinin, S.Pd saat memberikan sambutan pada acara pelatihan mendongeng tersebut bercerita, bahwa Ia pernah di dongengkan Ibunya semasa kecil dengan dongeng-dongeng tradisional.


"Dulu pas masih kecil Ibu saya sering dongengkan saya sebelum tidur. Dongengnya Tegodek-Godek sama Tetuntel-Tuntel -- Dongeng tradisional Suku Sasak tiap malam itu aja. Tapi walaupun itu aja senang kita. Sebelum selesai diceritain kita sudah tidur," kata pria yang akrab dipanggil Pak Wir tersebut disambut tawa peserta.


Ia kemudian menyebutkan bahwa dalam al-Quran terdapat hingga 80 persen cerita, seraya memberikan contoh salah satu ayat dalam Surah Yusuf.


"Jadi dalam Al-Qur'an itu kata ulama 60-80 persen isinya cerita. Tapi itu bukan dongeng, tapi itu fakta. Kejadian pada jaman lampau. Seperti surat Yusuf ayat 111: "Sungguh pada kisah-kisah mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal," terang Wirkinin.


Setelah sambutan dari Penilik selesai, Pemateri, Ahmad Fadli, S.Pd kemudian mulai menyampaikan materi-materi pelatihan. Supaya materi benar-benar dikuasai oleh para peserta, Ia meminta mereka mempraktikkan langsung materi tersebut secara bergiliran dan atau secara bersama-sama.


Menurut Fadli, agar memberi kesan yang diinginkan, bercerita harus punya kekuatan -- intonasi, diksi, dan gestur yang tepat. Namun demikian ia meminta agar berhati-hati menggunakan telunjuk pada hal-hal yang negatif.


"Kalau bercerita itu harus powerful, tapi hati-hati dengan telunjuk Anda, karena ada saat-saat terijabah (terkabulnya doa, red.)," kata Fadli mengingatkan.

4 views0 comments

Recent Posts

See All