Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia


Sebuah boat yang berlayar ditengah cuaca buruk. (Sumber: Pixabay.com)


Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan gelombang tinggi yang berpotensi terjadi selama dua hari, mulai pada tanggal 25 Februari 2021, pukul 07:00 WIB sampai dengan tanggal 26 Februari 2021, pukul 07:00 WIB. Melalui akun media sosial Instagramnya (24/02), BMKG menginformasikan dengan narasi: “Terdapat Tekanan Rendah 1002 hPa di Samudera Hindia selatan Bali, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara pada umumnya bergerak dari Barat Laut – Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar 5 – 20 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung, Samudera Hindia barat Bengkulu hingga selatan Jawa Barat, Laut Natuna, Selat Karimata hingga Laut Jawa. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.”

BMKG menyebutkan, gelombang tinggi kategori sedang, 1.25 – 2.50 m berpeluang terjadi di sejumlah perairan dari perairan utara Sabang, Samudera Pasifik utara Halmahera hingga Papua. Sementara gelombang tinggi kategori tinggi, 2.50 – 4.0 m berpeluang terjadi di perairan barat Kepulauan Mentawai, Perairan Enggano – Bengkulu, perairan barat Lampung, Samudera Hindia barat Kepulauan Mentawai hingga Bengkulu, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Jawa hingga Lombok, Selat Bali – Lombok – Alas bagian selatan dan Samudera Hindia selatan Jawa Barat hingga Lombok. Gelombang tinggi kategori sangat tinggi, >4.0 m berpeluang terjadi di Samudera Hindia barat Lampung hingga Selatan Banten.

Dengan potensi terjadinya gelombang tinggi tersebu, BMKG menyarankan untuk memperhatikan resiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran.

“Harap diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran: Perahu Nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25m), Kapal Tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang diatas 1.5 m), Kapal Ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m).

Lebih lanjut, BMKG menghimbau masyarakat dan kapal-kapal yang melakukan pelayaran yang berada dikawasan yang tercantum di dalam daftar agar mempertimbangkan peluang terjadinya gelombang tinggi tersebut.

“Masyarakat dan kapal-kapal yang melakukan aktivitas pelayaran di pesisir barat Sumatera, selatan Jawa, Bali, NTB, NTT, serta daerah lainnya. Khususnya yang tercantum dalam daftar peringatan dini di atas harap mempertimbangkan kondisi tersebut.”

30 views0 comments